<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Normalisasi Sungai on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/normalisasi-sungai/</link><description>Recent content in Normalisasi Sungai on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sun, 27 Sep 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/normalisasi-sungai/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pemkot Tangerang Gercep Normalisasi Kali Ledug dan Drainase Antisipasi Banjir Musim Hujan</title><link>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-gercep-normalisasi-kali-ledug-dan-drainase-antisipasi-banjir-musim-hujan/</link><pubDate>Sun, 27 Sep 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-gercep-normalisasi-kali-ledug-dan-drainase-antisipasi-banjir-musim-hujan/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-gercep-normalisasi-kali-ledug-dan-drainase-antisipasi-banjir-musim-hujan/cover.jpg" alt="Featured image of post Pemkot Tangerang Gercep Normalisasi Kali Ledug dan Drainase Antisipasi Banjir Musim Hujan" /&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah cepat menjelang musim penghujan dengan melakukan normalisasi sungai dan perbaikan drainase di sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan banjir. Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, turun langsung memantau proses pengerukan sedimentasi dan pendalaman Kali Ledug di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, pada Selasa (22/09/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah antisipasi ini menjadi prioritas utama Pemkot Tangerang mengingat musim hujan yang diprediksi mulai meningkatkan curah hujan signifikan di wilayah Jabodetabek dalam beberapa pekan ke depan. Dengan kondisi topografi Kota Tangerang yang sebagian dataran rendah dan diapit oleh beberapa sungai besar, risiko banjir saat musim hujan selalu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pengerukan-sedimentasi-kali-ledug"&gt;Pengerukan Sedimentasi Kali Ledug
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kali Ledug merupakan salah satu sungai kecil yang mengalir melintasi kawasan permukiman padat di Kecamatan Periuk. Selama bertahun-tahun, sedimentasi lumpur dan sampah telah menyempitkan kapasitas aliran sungai, sehingga saat curah hujan tinggi melanda, air kerap meluap dan menimbulkan genangan di pemukiman sekitar, terutama di area Jembatan Alamanda hingga arah Total Persada.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Proses pengerukan yang dipantau oleh Wali Kota Sachrudin ini melibatkan alat berat berupa excavator yang dikerahkan langsung ke badan sungai untuk mengangkut tumpukan sedimentasi. Hasil penggalian terlihat dari endapan lumpur tebal yang tersingkir ke pinggir sungai, menandakan bahwa kondisi Kali Ledug memang sudah sangat membutuhkan intervensi normalisasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Prinsipnya, kita sedia payung sebelum hujan. Saat kondisi memungkinkan seperti sekarang, kita manfaatkan untuk melakukan normalisasi, termasuk pengerukan dan pendalaman sungai,&amp;rdquo; ujar Sachrudin saat meninjau lokasi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="penguatan-turap-di-kali-mutiara-pluit"&gt;Penguatan Turap di Kali Mutiara Pluit
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Selain normalisasi Kali Ledug, Wali Kota Sachrudin juga meninjau hasil penguatan turap di sepanjang Kali Mutiara Pluit, Kelurahan Periuk. Turap atau tembok penahan tanah di pinggir sungai berfungsi mencegah longsornya tepian sungai yang bisa menyumbat aliran air, sekaligus melindungi permukiman warga yang berada tepi sungai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Sachrudin, saluran air yang berada dekat permukiman harus dipastikan aman, kuat, dan memiliki aliran yang lancar. &amp;ldquo;Turapnya harus kuat menahan beban air dan alirannya juga harus dipastikan lancar. Ini bagian dari kesiapan kita menghadapi musim hujan,&amp;rdquo; katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penguatan turap ini menjadi bagian integral dari strategi Pemkot Tangerang dalam menghadapi musim hujan. Tanpa turap yang kokoh, tanah di pinggir sungai berpotensi longsor saat debit air meningkat, yang justru akan memperparah kondisi banjir karena material longsor akan menyumbat aliran sungai.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="peran-masyarakat-dalam-pencegahan-banjir"&gt;Peran Masyarakat dalam Pencegahan Banjir
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Sachrudin juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi banjir tidak hanya bergantung pada infrastruktur pemerintah, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat itu sendiri. Ia mengimbau seluruh warga Kota Tangerang untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke got, parit, drainase, maupun sungai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau banjir sudah terjadi, aktivitas masyarakat terganggu dan kesehatan juga bisa terdampak. Karena itu, pencegahan harus kita lakukan bersama sebelum bencana terjadi,&amp;rdquo; pungkasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Imbauan ini bukan tanpa alasan. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menunjukkan bahwa sebagian besar penyumbang penyempitan aliran sungai dan drainase adalah sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan. Botol plastik, kantong kresek, hingga material bangunan kerap ditemukan menumpuk di saluran air, menyumbat aliran dan memicu genangan saat hujan turun.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="konteks-banjir-di-kecamatan-periuk"&gt;Konteks Banjir di Kecamatan Periuk
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kecamatan Periuk termasuk salah satu kawasan di Kota Tangerang yang paling rentan terhadap banjir. Letak geografisnya yang rendah, ditambah dengan kepadatan permukiman dan masih adanya sungai-sungai kecil yang belum ternormalisasi sepenuhnya, membuat kawasan ini kerap terdampak saat musim hujan tiba.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam beberapa tahun terakhir, banjir di Periuk bukan lagi menjadi pemandangan asing bagi warga. Setiap kali curah hujan tinggi melanda, genangan air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa kerap menggenangi jalan-jalan utama dan pemukiman di sekitar Kali Ledug dan Kali Mutiara Pluit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Normalisasi yang dilakukan Pemkot Tangerang kali ini diharapkan dapat mengurangi frekuensi dan dampak banjir di kawasan tersebut. Dengan memperdaman badan sungai dan memperkuat turap, kapasitas penampungan air menjadi lebih besar sehingga aliran bisa lebih lancar meskipun debit air meningkat saat hujan deras.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="sinergi-program-infrastruktur-kota-tangerang"&gt;Sinergi Program Infrastruktur Kota Tangerang
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Langkah normalisasi sungai ini sejalan dengan berbagai program infrastruktur lain yang tengah dijalankan Pemkot Tangerang dalam menghadapi musim hujan. Selain pengerukan sedimentasi dan penguatan turap, Pemkot juga terus memperbaiki jaringan drainase di berbagai kawasan, termasuk pembersihan saluran air dari tumpukan sampah dan material lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang untuk mewujudkan kota yang tangguh terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan pendekatan yang melibatkan both infrastruktur pemerintah dan kesadaran masyarakat, diharapkan dampak banjir di musim hujan tahun ini bisa diminimalisir secara signifikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://tangerangkota.go.id/berita/detail/69204/sedia-payung-sebelum-hujan-sachrudin-gercep-normalisasi-sungai-dan-drainase" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Pemkot Tangerang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Artikel ini merupakan ringkasan dan penulisan ulang dari siaran pers Pemerintah Kota Tangerang. Seluruh kutipan berasal dari pernyataan resmi Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat meninjau lokasi normalisasi di Kecamatan Periuk.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>