<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Pameran Lukisan on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/pameran-lukisan/</link><description>Recent content in Pameran Lukisan on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sun, 18 Oct 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/pameran-lukisan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pameran Nganjang Ka Baduy di City Gallery Tangsel, Warga Bisa Berkunjung sampai 25 Oktober</title><link>https://cikayasa.com/p/pameran-nganjang-ka-baduy-city-gallery-tangsel/</link><pubDate>Sun, 18 Oct 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pameran-nganjang-ka-baduy-city-gallery-tangsel/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pameran-nganjang-ka-baduy-city-gallery-tangsel/cover.jpg" alt="Featured image of post Pameran Nganjang Ka Baduy di City Gallery Tangsel, Warga Bisa Berkunjung sampai 25 Oktober" /&gt;&lt;p&gt;Ruang publik milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali dibuka untuk kegiatan seni. Kali ini City Gallery Tangsel menjadi tempat pameran lukisan bertajuk Art Venturs Exhibition &amp;ldquo;Nganjang Ka Baduy&amp;rdquo;, yang dibuka sejak Kamis (15/10/2026). Pameran ini berlangsung kurang lebih 10 hari, sehingga warga Tangerang Raya masih punya waktu cukup panjang untuk datang melihat langsung karya-karyanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Nganjang Ka Baduy&amp;rdquo; sendiri adalah nama kegiatan kunjungan para seniman ke wilayah Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Karya-karya yang lahir dari perjalanan itu kemudian dipamerkan di City Gallery Tangsel, sehingga pengunjung bisa melihat bagaimana lanskap, kebiasaan, dan warga Baduy diterjemahkan ulang ke dalam lukisan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangerang Selatan, Heru Agus Santoso, mengatakan pameran ini sengaja digelar untuk membuka ruang ekspresi bagi seniman sekaligus mendekatkan karya mereka ke masyarakat. &amp;ldquo;Alhamdulillah, kegiatan untuk pameran lukisan dengan temanya dan hasil dari kegiatan di Baduy ini bisa kita lihat langsung mulai hari ini di sini,&amp;rdquo; kata Heru.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="belum-sekadar-lukisan-city-gallery-juga-untuk-teater-dan-tari"&gt;Belum sekadar lukisan, City Gallery juga untuk teater dan tari
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Menurut Heru, City Gallery Tangsel tidak hanya diperuntukkan bagi pameran lukisan. Fasilitas publik itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan seni lain, mulai dari pertunjukan teater, tari, sampai acara budaya lainnya. Keberadaannya diharapkan memperluas kesempatan seniman dan komunitas untuk memperkenalkan karya kepada publik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia menyebut pembangunan City Gallery tidak lepas dari dukungan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. Keduanya disebut memang menyiapkan ruang bagi kegiatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Tangsel. &amp;ldquo;Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota sudah memfasilitasi pembangunan City Gallery ini untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendukung ekonomi kreatif seperti ini,&amp;rdquo; jelasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam kesempatan yang sama, Heru juga mengajak pelajar tingkat SMP dan SMA memakai City Gallery sebagai ruang menampilkan kreativitas mereka. Guru dan komunitas seni dipersilakan berkoordinasi dengan pengelola gallery bila ingin menyelenggarakan kegiatan seni maupun budaya. &amp;ldquo;Pemerintah Kota Tangsel ingin memberikan ruang dan fasilitas publik City Gallery bagi masyarakat untuk berbagi kegiatan seni dan budaya,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="warga-tangerang-raya-bisa-datang-terbuka-untuk-umum"&gt;Warga Tangerang Raya bisa datang, terbuka untuk umum
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dari pengumuman Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, jam kunjung pameran dibuka Senin sampai Sabtu, pukul 09.00 sampai 17.00 WIB, dan terbuka untuk umum. Jadwal ini membuat City Gallery cocok jadi tujuan wisata akhir pekan warga Tangsel, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang yang ingin mencari alternatif hiburan selain pusat perbelanjaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi keluarga, pameran semacam ini juga bisa jadi cara memperkenalkan seni dan budaya kepada anak. Karya bertema Baduy membawa pengunjung mengenal salah satu komunitas adat yang masih menjaga tradisi di Banten, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kabupaten Lebak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Momentum pameran ini juga terasa relevan bagi Tangsel yang terus membangun wajahnya sebagai kota kreatif. City Gallery sebelumnya beberapa kali dipakai untuk pameran serupa, termasuk pameran seni yang melibatkan generasi muda. Pola ini menunjukkan ruang publik tidak hanya berhenti sebagai bangunan, tetapi diisi kegiatan yang berguna bagi warga.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="mengenal-baduy-lewat-karya-seni"&gt;Mengenal Baduy lewat karya seni
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Baduy merupakan komunitas adat di Kabupaten Lebak yang masih memegang kuat tradisi leluhur, mulai dari cara berpakaian, bercocok tanam, hingga aturan menjaga hutan dan sungai. Kawasan mereka terbagi antara Baduy Dalam dan Baduy Luar, dan banyak wisatawan datang untuk belajar soal kesederhanaan serta kearifan lingkungan. Kunjungan para seniman ke sana menghasilkan catatan visual yang kemudian dibawa ke Tangsel dalam bentuk lukisan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi pengunjung yang belum pernah ke Lebak, pameran ini bisa jadi pintu masuk untuk memahami budaya tersebut. Alih-alih membaca laporan perjalanan, warga diajak melihat detail kehidupan Baduy dari sudut pandang seniman yang menyusuri wilayahnya langsung.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dorong-pelaku-seni-dan-ekonomi-kreatif"&gt;Dorong pelaku seni dan ekonomi kreatif
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Melalui pameran Art Venturs Exhibition &amp;ldquo;Nganjang Ka Baduy&amp;rdquo;, Pemerintah Kota Tangsel berharap City Gallery menjadi ruang bagi seniman dan komunitas untuk mengembangkan kreativitas, memperkenalkan karya, serta mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di kota ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harapan itu sejalan dengan arah pembangunan Tangsel dalam beberapa tahun terakhir, yang menempatkan sektor kreatif dan pelaku usaha kecil sebagai salah satu penggerak. Berbagai kegiatan yang digelar di ruang publik, seperti pameran, bazar, dan festival, diyakini memberi dampak berganda: seniman mendapat panggung, warga mendapat hiburan berkualitas, dan roda ekonomi lokal ikut bergerak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi komunitas atau sekolah yang ingin memanfaatkan City Gallery, jalur koordinasi dengan pengelola disebut terbuka. Pemkot Tangsel ingin fasilitas tersebut dipakai seluas mungkin oleh masyarakat, bukan hanya pada acara-acara tertentu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pengelolaan ruang publik seperti ini juga menjadi indikator lain dari kota yang nyaman ditinggali. Warga tak selalu harus membayar untuk menikmati kegiatan berkualitas, dan seniman lokal mendapat jalur lebih pendek untuk berjumpa dengan penontonnya sendiri. Kalau pola ini konsisten, Tangsel bukan hanya punya gedung baru, tetapi juga ekosistem seni yang tumbuh dari bawah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan waktu pameran yang masih berjalan hingga 25 Oktober mendatang, warga Tangerang Raya punya kesempatan melihat langsung karya para seniman yang lahir dari perjalanan ke Baduy. Cukup luangkan waktu di hari kerja atau akhir pekan, datang ke City Gallery Tangsel, dan nikmati pameran tanpa perlu mengeluarkan biaya tiket.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://berita.tangerangselatankota.go.id/berita/pameran-nganjang-ka-baduy-hadir-di-city-gallery-tangsel-buka-ruang-ekspresi-seniman" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Portal Berita Kota Tangerang Selatan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>