<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Pasar Global on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/pasar-global/</link><description>Recent content in Pasar Global on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/pasar-global/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>AI Jadi Senjata Baru UMKM Indonesia Menuju Pasar Global, Tapi 90 Persen Belum Optimal</title><link>https://cikayasa.com/p/ai-jadi-senjata-baru-umkm-indonesia-menuju-pasar-global-tapi-90-persen-belum-optimal/</link><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/ai-jadi-senjata-baru-umkm-indonesia-menuju-pasar-global-tapi-90-persen-belum-optimal/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/ai-jadi-senjata-baru-umkm-indonesia-menuju-pasar-global-tapi-90-persen-belum-optimal/cover.jpg" alt="Featured image of post AI Jadi Senjata Baru UMKM Indonesia Menuju Pasar Global, Tapi 90 Persen Belum Optimal" /&gt;&lt;p&gt;Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi sekadar teknologi masa depan yang menunggu giliran. Bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, AI kini sudah bertransformasi menjadi alat produksi harian yang nyata dampaknya — mulai dari riset pasar, pembuatan konten, hingga komunikasi lintas negara. Namun di balik antusiasme tersebut, fakta yang terungkap justru memperlihatkan kesenjangan besar: lebih dari 90 persen UMKM Indonesia belum memanfaatkan teknologi AI secara optimal dalam operasional bisnis mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Angka tersebut diungkapkan oleh Kementerian UMKM dalam data terbaru tahun 2026. Padahal, penetrasi internet di Indonesia sendiri sudah mencapai 72,78 persen menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Kesenjangan antara ketersediaan infrastruktur digital dan pemanfaatan teknologi canggih ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan agar UMKM benar-benar bisa bersaing di kancah internasional.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Program "Gapai Pasar Global dengan AI"&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan merespons peluang ini dengan serius. Menteri Perdagangan Budi Santoso secara eksplisit mendorong pemanfaatan AI dalam strategi pemasaran digital UMKM melalui program pendampingan bertajuk &amp;ldquo;Gapai Pasar Global dengan AI.&amp;rdquo; Dalam program ini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman dan keterampilan praktis untuk menggunakan AI sebagai alat bantu dalam berbagai aspek bisnis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bukan hanya soal ada atau tidaknya akses internet, tapi bagaimana AI bisa benar-benar membantu UMKM bekerja lebih efektif, menghemat biaya, dan meningkatkan omzet,&amp;rdquo; ujar Budi Santoso dalam acara peluncuran program tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pendampingan ini mencakup tiga pilar utama: riset pasar berbasis data, pembuatan konten pemasaran yang menarik bagi konsumen internasional, serta komunikasi lintas bahasa dan negara yang selama ini menjadi tantangan terbesar bagi pelaku usaha kecil yang ingin ekspor.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;UMKM di Tangerang Raya: Potensi Besar, Tantangan Nyata&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di Tangerang Raya sendiri, potensi pemanfaatan AI untuk UMKM sangat terbuka lebar. Kabupaten Tangerang memiliki ribuan pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor — dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, hingga produk fesyen yang sudah mulai merambah pasar online. Namun sebagian besar masih mengandalkan cara konvensional dalam menjalankan bisnisnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Indra Hartawan, VP &amp;amp; Country Manager Exabytes Indonesia, menilai tantangan utama saat ini bukan lagi soal akses teknologi, melainkan efektivitas penggunaannya. &amp;ldquo;Tantangannya sekarang bukan lagi apakah UMKM bisa mengakses AI, melainkan sejauh mana AI dapat membantu mereka bekerja lebih efektif, menghemat biaya, dan meningkatkan omzet,&amp;rdquo; ujar Indra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Indra, menjadi AI-ready berarti memahami titik operasional yang dapat dioptimalkan oleh AI, didukung oleh fondasi digital yang kuat seperti website profesional dan strategi SEO yang efektif. Sektor usaha kecil tidak perlu membentuk tim teknis khusus untuk beradaptasi — yang dibutuhkan adalah pemahaman dasar tentang bagaimana AI bisa diintegrasikan ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Regulasi dan Tata Kelola: Konsep Meaningful AI&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di sisi regulasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan pentingnya konsep Meaningful AI, yaitu pemanfaatan AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa menciptakan kesenjangan baru. Konsep ini menempatkan AI sebagai alat bantu (enabler), sementara keputusan strategis bisnis tetap berada di tangan pelaku usaha sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah saat ini terus memperkuat tata kelola teknologi tersebut melalui Peta Jalan AI Nasional dan Kerangka Etika AI. Kedua instrumen ini menjadi fondasi bagi pengembangan AI yang bertanggung jawab di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute, menilai arah kebijakan kecerdasan buatan Indonesia sudah sejalan dengan tren global. &amp;ldquo;Menurut saya, arahnya sudah cukup sejalan, terutama karena Indonesia mulai membangun tata kelola berbasis risiko, etika, transparansi, akuntabilitas dan pengawasan manusia,&amp;rdquo; kata Heru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun Heru juga mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam hal infrastruktur komputasi, talenta AI, riset, dan investasi jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura. Indonesia juga menjadi negara pertama di ASEAN yang menyelesaikan UNESCO AI Readiness Assessment, sebuah pencapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem AI nasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Indonesia jangan hanya menjadi pasar AI, tetapi harus membangun kemampuan untuk mengembangkan, menguji, menggunakan dan mengatur AI secara mandiri,&amp;rdquo; tegas Heru.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Transformasi Digital UMKM: Dari "Go Digital" ke "Go Produktif"&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Perkembangan ini sejalan dengan pergeseran paradigma yang digaungkan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. Dalam berbagai kesempatan, Nezar menekankan bahwa era &amp;ldquo;go digital&amp;rdquo; bagi UMKM sudah berlalu — kini saatnya masuk ke fase &amp;ldquo;go produktif&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;go kompetitif.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau dulu kita masih pakai bendera go digital, UMKM go digital, sekarang saya kira kita harus mengarah kepada go produktif dan go kompetitif,&amp;rdquo; ujar Nezar. Pergeseran ini menandai bahwa kehadiran di platform digital saja tidak cukup — UMKM harus mampu menghasilkan nilai tambah yang nyata melalui pemanfaatan teknologi secara cerdas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemanfaatan AI untuk optimalisasi mesin pencari (SEO), pembuatan konten pemasaran, hingga pembuatan situs web profesional perlu dirancang agar mudah dioperasikan tanpa membutuhkan keahlian teknis yang rumit. &amp;ldquo;Digitalisasi UMKM tidak seharusnya menciptakan kesenjangan baru. Peran penyedia teknologi bukan hanya menyediakan tools, melainkan juga membantu menjembatani pemahaman agar teknologi dapat memberikan dampak nyata,&amp;rdquo; papar Indra Hartawan.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Harapan ke Depan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, didukung peningkatan literasi digital dan pelindungan data pribadi, diharapkan mampu mendorong daya saing produk lokal di ranah global tanpa mengikis nilai unik dari masing-masing UMKM. Kunci utamanya ada pada kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri teknologi, dan UMKM sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi pelaku UMKM di Tangerang Raya yang tertarik memanfaatkan AI, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mulai dari hal sederhana: menggunakan AI untuk menganalisis tren pasar, membuat deskripsi produk dalam bahasa asing, hingga mengelola media sosial secara lebih efisien. Yang terpenting, AI harus menjadi alat yang memperkuat, bukan menggantikan, sentuhan personal yang menjadi keunggulan UMKM Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://www.liputan6.com/tekno/read/8293035/ai-jadi-senjata-baru-umkm-indonesia-menembus-pasar-global" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Liputan6.com&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://www.antaranews.com/berita/5743859/pengamat-nilai-kebijakan-ai-indonesia-sejalan-dengan-arah-global" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;ANTARA News&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>