<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Perundungan on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/perundungan/</link><description>Recent content in Perundungan on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/perundungan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Polisi Turun Tangan, 14 Siswi SMPN 10 Ciputat Diduga Diperundung dan Diperas Kakak Kelas</title><link>https://cikayasa.com/p/perundungan-siswi-smpn-10-ciputat-polisi-turun-tangan/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/perundungan-siswi-smpn-10-ciputat-polisi-turun-tangan/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/perundungan-siswi-smpn-10-ciputat-polisi-turun-tangan/cover.jpg" alt="Featured image of post Polisi Turun Tangan, 14 Siswi SMPN 10 Ciputat Diduga Diperundung dan Diperas Kakak Kelas" /&gt;&lt;p&gt;Kasus dugaan perundungan yang menimpa belasan siswi di sebuah sekolah menengah pertama negeri di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, kini masuk ranah kepolisian. Polsek Ciputat Timur, Polres Tangerang Selatan, sudah menerjunkan tim penyidik untuk menelusuri laporan perundungan sekaligus pemerasan yang diduga dilakukan kakak kelas terhadap 14 siswi kelas 8.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah itu diambil setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik dan dilaporkan sejumlah orang tua korban. Kepolisian menyatakan pengecekan awal dilakukan langsung ke pihak sekolah untuk memastikan data yang beredar sesuai dengan fakta di lapangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ini untuk memastikan akurasi data dalam menangani isu perundungan yang melibatkan anak di bawah umur,&amp;rdquo; kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq di Tangerang, Sabtu (24/10/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut Bambang, penanganan kasus yang melibatkan anak tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Kepolisian mendorong kerja sama antara pihak sekolah dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh, termasuk memastikan kondisi para korban.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepolisian juga membuka pintu bagi keluarga yang ingin menempuh jalur hukum. Bila dirasa perlu keterlibatan aparat penegak hukum, kata Bambang, para orang tua korban dipersilakan membuat laporan resmi agar kasus bisa diproses oleh Unit PPA Satreskrim Polres Tangerang Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apabila dirasa perlu keterlibatan aparat penegak hukum dari Unit PPA Satreskrim Polres Tangsel, kami persilakan para orang tua korban membuat laporan secara resmi untuk dilakukan proses hukum,&amp;rdquo; tegasnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kronologi-yang-terungkap-dari-orang-tua-korban"&gt;Kronologi yang Terungkap dari Orang Tua Korban
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dugaan perundungan ini pertama kali mencuat dari pengakuan orang tua korban. Setiawan, salah seorang wali murid, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah dipanggil guru bimbingan konseling sekolah. Dari situ terungkap bahwa persoalannya bukan dialami anaknya seorang diri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ternyata anak kita dicekokin oleh kakak-kakak kelasnya. Korbannya bukan anak saya saja, ada 13 orang lainnya dan tiga orang sampai dirawat di rumah sakit,&amp;rdquo; ujar Setiawan saat ditemui di wilayah Ciputat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, minuman yang dipaksa masuk ke tubuh para korban mengandung cuka, bawang putih, serta kopi. Keluarga korban menduga masih ada campuran bahan lain yang memicu reaksi sakit perut hebat hingga memerlukan penanganan medis intensif di rumah sakit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain pemaksaan mengonsumsi minuman racikan, para senior disebut meminta uang kepada adik kelas dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai Rp10.000. Praktik itu membuat kasus ini tidak hanya berbau perundungan, tetapi juga pemerasan di lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiawan berharap manajemen sekolah menjatuhkan sanksi tegas kepada para terduga pelaku. Menurutnya, para orang tua sudah dikumpulkan dalam rapat pembahasan bersama pihak sekolah, namun hingga kini belum ada keputusan yang membuat keluarga korban merasa tenang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Saat ini yang kita inginkan sebenarnya ada punishment dari sekolah. Kami kecewa karena sampai sekarang belum ada sanksi yang membuat orang tua merasa tenang. Kalau tidak diputus rantainya dari sekarang, kejadian seperti ini bisa terus turun-temurun,&amp;rdquo; kata dia.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dindikbud-tangsel-bentuk-tim-khusus"&gt;Dindikbud Tangsel Bentuk Tim Khusus
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan menyatakan telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan dugaan perundungan tersebut. Tim itu bekerja dengan memeriksa kelengkapan fakta, kondisi para peserta didik, serta tindak lanjut yang sudah dijalankan pihak sekolah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Saat ini, kami perlu memastikan kembali kelengkapan fakta, kondisi peserta didik, serta tindak lanjut yang telah dilaksanakan,&amp;rdquo; ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dindikbud Tangsel, Eka Andries, Jumat (23/10/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Eka menegaskan prioritas instansinya adalah keselamatan anak, pendampingan yang dibutuhkan korban, dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Dindikbud juga akan memperkuat pembinaan serta pengawasan terhadap satuan pendidikan di wilayahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meski demikian, ia belum mau berspekulasi soal sanksi maupun status para terduga pelaku. Dindikbud berjanji menyampaikan perkembangan resmi setelah proses verifikasi selesai, tanpa mendahului kesimpulan atas fakta yang masih diperiksa.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="mengapa-kasus-ini-penting-bagi-warga-tangerang-raya"&gt;Mengapa Kasus Ini Penting bagi Warga Tangerang Raya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kasus di Ciputat Timur ini menjadi pengingat bahwa perundungan di sekolah bukan persoalan sepele. Dampaknya tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga meninggalkan tekanan psikologis yang bisa terbawa bertahun-tahun. Tiga korban yang harus dirawat di rumah sakit menunjukkan bahwa kekerasan antarsiswa bisa berujung pada gangguan kesehatan serius.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi orang tua di Tangerang Raya, ada beberapa hal yang layak dicatat. Pertama, sekolah semestinya memiliki mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan yang jelas, bukan sekadar imbauan lisan saat upacara. Kanal pengaduan yang aman membuat siswa berani melapor tanpa takut menjadi sasaran berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua, pendampingan psikologis bagi korban mesti disiapkan sejak awal, termasuk melibatkan UPTD PPA di tingkat kota. Ketiga, transparansi proses hukum dan sanksi internal sekolah penting agar keluarga korban tidak merasa persoalan ini diselesaikan dengan cara tertutup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kasus ini juga menegaskan pentingnya peran pengawasan orang tua terhadap perubahan perilaku anak. Sakit perut berulang, enggan berangkat sekolah, atau kehilangan uang jajan tanpa alasan jelas kerap menjadi tanda awal bahwa ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan pergaulan anak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hingga Sabtu sore, penyelidikan masih berjalan. Kepolisian mengumpulkan keterangan dari sekolah dan keluarga, sementara Dindikbud Tangsel menelusuri fakta di internal sekolah. Warga Ciputat Timur dan Tangerang Selatan pada umumnya menunggu apakah kasus ini berujung pada proses hukum resmi atau diselesaikan lewat jalur pembinaan sekolah, dengan catatan korban mendapat keadilan dan pemulihan yang layak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://banten.antaranews.com/berita/393995/polisi-tindak-lanjuti-dugaan-aksi-perundungan-siswi-di-smpn-ciputat" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;ANTARA News Banten&lt;/a&gt; dan &lt;a class="link" href="https://kabar6.com/dugaan-bullying-dindikbud-tangsel-telusuri-fakta-hingga-kondisi-siswi/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Kabar6.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>