<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>PLN on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/pln/</link><description>Recent content in PLN on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/pln/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Indonesia Punya Keunggulan Energi Surplus, Banten Siap Jadi Destinasi Data Center AI</title><link>https://cikayasa.com/p/indonesia-punya-keunggulan-energi-surplus-banten-siap-jadi-destinasi-data-center-ai/</link><pubDate>Wed, 09 Sep 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/indonesia-punya-keunggulan-energi-surplus-banten-siap-jadi-destinasi-data-center-ai/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/indonesia-punya-keunggulan-energi-surplus-banten-siap-jadi-destinasi-data-center-ai/cover.jpg" alt="Featured image of post Indonesia Punya Keunggulan Energi Surplus, Banten Siap Jadi Destinasi Data Center AI" /&gt;&lt;p&gt;Indonesia Investment Authority (INA) mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan struktural sebagai negara surplus energi — sebuah kondisi yang justru menjadi langka di tengah melonjaknya kebutuhan komputasi global untuk kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini menempatkan Indonesia, termasuk provinsi Banten, sebagai salah satu destinasi investasi data center yang paling diperhitungkan di Asia Tenggara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Di sinilah Indonesia punya keunggulan struktural sebagai negara surplus energi, justru ketika ketersediaan daya menjadi kendala utama ekspansi AI secara global,&amp;rdquo; kata Director of Investment INA Johan Batubara kepada Bisnis, Rabu (9/9/2026).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Permintaan komputasi AI global tengah tumbuh secara eksponensial, mendorong operator data center mencari lokasi baru di luar hub tradisional yang kapasitasnya makin terbatas. Indonesia, dengan basis pengguna digital salah satu terbesar di Asia Tenggara, menjadi kandidat kuat.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;PLN Proyeksikan Kebutuhan Listrik Data Center Naik 5 Kali Lipat&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Dukungan infrastruktur kelistrikan juga menjadi fondasi penting. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, kebutuhan listrik untuk industri data center diproyeksikan melonjak dari sekitar 1.098 megawatt (MW) pada 2025 menjadi 5.226 MW pada 2034. Artinya, kebutuhan daya akan naik hampir lima kali lipat dalam satu dekade.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Executive Vice President Komunikasi Korporat &amp;amp; TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto menjelaskan mayoritas data center berlokasi di klaster strategis seperti Cikarang, Karawang, dan kawasan Jabodetabek. Wilayah-wilayah tersebut ditopang oleh sistem kelistrikan Jawa-Bali yang merupakan jantung pasokan energi nasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi daya data center dalam beberapa tahun ke depan, Pemerintah bersama PLN telah menyiapkan langkah ekspansi melalui RUPTL 2025–2034 dan inisiatif energi terbarukan,&amp;rdquo; kata Gregorius.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam rencana bisnis tersebut, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW), dengan 76 persen di antaranya berasal dari energi baru terbarukan (EBT) dan Battery Energy Storage System (BESS). Komposisi ini sejalan dengan tren global di mana operator dan hyperscaler makin mendesak penggunaan energi hijau.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Banten Siap Jadi Destinasi Data Center&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Provinsi Banten tidak mau ketinggalan dalam perlombaan ini. Gubernur Banten Andra Soni secara terbuka menyatakan kesiapan provinsi menyambut investasi data center dan AI, termasuk dari investor asal Tiongkok.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Anda counterpart kami di Beijing berencana membangun data center di Indonesia. Banten dianggap sangat strategis karena dukungan infrastrukturnya yang memadai,&amp;rdquo; ujar Andra Soni saat menerima kunjungan CEO Hexavia Qimeng Sun di Serang, akhir Juli lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepala DPMPTSP Banten Virgojanti menambahkan bahwa ketertarikan investor di sektor teknologi Banten meningkat pesat tahun ini. Beberapa perusahaan sedang menjajaki rencana pembangunan data center di lokasi-lokasi strategis, antara lain Cileles di Kabupaten Lebak, Kawasan Ekonomi Khusus ETKI di BSD, Cikupa, dan Serang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kami punya ketersediaan lahan yang luas, pasokan listrik yang andal, dan sumber air yang cukup untuk mendukung investasi data center,&amp;rdquo; kata Virgojanti.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Digital Hub BSD: Ekosistem Teknologi di Jantung Tangerang Raya&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Kesiapan Banten tidak berhenti di infrastruktur fisik semata. Di BSD City, Tangerang Selatan, kawasan Digital Hub seluas 26 hektare yang dikembangkan Sinar Mas Land menjadi pusat ekosistem teknologi dan digital. Kawasan ini dirancang khusus untuk komunitas perusahaan teknologi, startup, pusat riset dan pengembangan, serta perusahaan e-commerce.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keberadaan Digital Hub berpotensi menjadi pendukung utama bagi industri data center yang sedang tumbuh di kawasan ini. Konektivitas fiber, ketersediaan talenta digital, dan ekosistem startup yang sudah terbentuk menjadi nilai tambah yang sulit ditiru oleh daerah lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;INA sendiri melihat bahwa peran data center kini setara pentingnya dengan infrastruktur transportasi. &amp;ldquo;Data center merupakan infrastruktur dasar ekonomi digital yang kini memiliki peran sama pentingnya dengan jalan tol atau pelabuhan dalam mendukung aktivitas ekonomi,&amp;rdquo; kata Johan Batubara.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Tantangan yang Masih Perlu Dijawab&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Meski peluangnya besar, investor masih menghadapi sejumlah tantangan dalam merealisasikan proyek data center di Indonesia. Johan Batubara menyoroti keselarasan antara jadwal pengembangan proyek dan ketersediaan daya atau time-to-power sebagai salah satu kendala utama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain listrik, infrastruktur pendukung di lokasi strategis di luar hub tradisional juga menjadi pertimbangan. Konektivitas fiber, pasokan air untuk sistem pendinginan, serta ketersediaan kontraktor dan tenaga kerja terampil untuk pembangunan berskala besar masih menjadi pekerjaan rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sisi lain, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) menjadi faktor yang makin penting dalam keputusan investasi. Banyak operator dan hyperscaler global telah memiliki komitmen net zero emission, sehingga ketersediaan energi hijau di lokasi data center menjadi nilai tambah strategis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harga lahan yang relatif kompetitif dibandingkan Singapura, konektivitas yang makin membaik, ketersediaan talenta digital, serta stabilitas regulasi menjadi keunggulan Indonesia yang perlu terus dipertahankan. Dengan dukungan PLN yang siap menambah kapasitas hingga 69,5 GW dan fokus pada energi terbarukan, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama industri data center global.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Dampak bagi Warga Tangerang Raya&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Bagi warga Tangerang Raya, kehadiran data center skala besar bukan sekadar berita industri. Infrastruktur ini membuka peluang kerja langsung dalam bidang teknologi, operasional, dan pemeliharaan. Virgojanti dari DPMPTSP Banten menegaskan bahwa tantangan sekaligus peluang ke depan adalah memastikan Banten menghasilkan tenaga kerja teknologi yang terampil untuk mendukung investasi-investasi ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, pertumbuhan ekosistem data center berpotensi meningkatkan nilai properti di sekitar lokasi, mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan serat optik, dan menarik perusahaan teknologi untuk membuka kantor cabang di kawasan Tangerang Raya. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh pelaku UMKM digital yang membutuhkan konektivitas dan layanan cloud yang lebih handal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Indonesia sendiri diproyeksikan memiliki pasar data center senilai USD 2,81 miliar pada 2025 dan terus tumbuh pesat. Dengan posisi strategis Banten yang berdekatan dengan Jakarta, bandara internasional, dan jaringan jalan tol yang luas, provinsi ini memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat data center utama di Asia Tenggara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://teknologi.bisnis.com/read/20260909/101/2002688/ina-ungkap-potensi-investasi-data-center-ai-di-indonesia-energi-jadi-kunci" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Bisnis.com&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://teknologi.bisnis.com/read/20260907/101/2001736/pln-siap-kejar-lonjakan-kebutuhan-listrik-data-center-indonesia" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Bisnis.com&lt;/a&gt;, &lt;a class="link" href="https://en.antaranews.com/news/424608/banten-ready-to-welcome-chinas-data-center-and-ai-investments" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;ANTARA&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>