<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>PMI on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/pmi/</link><description>Recent content in PMI on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/pmi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pemkot Tangsel Bagikan 14.000 Masker Gratis Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau</title><link>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangsel-bagikan-14.000-masker-gratis-antisipasi-abu-vulkanik-anak-krakatau/</link><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangsel-bagikan-14.000-masker-gratis-antisipasi-abu-vulkanik-anak-krakatau/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pemkot-tangsel-bagikan-14.000-masker-gratis-antisipasi-abu-vulkanik-anak-krakatau/cover.jpg" alt="Featured image of post Pemkot Tangsel Bagikan 14.000 Masker Gratis Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau" /&gt;&lt;p&gt;Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terus aktif dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sebaran abu vulkanik meluas hingga ke wilayah Tangerang Selatan. Abu tipis namun merata ini mengendap di badan jalan, atap rumah, hingga permukaan kendaraan warga, memicu kekhawatiran terkait kesehatan pernapasan dan gangguan aktivitas harian. Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel untuk membagikan sebanyak 14.000 masker gratis kepada masyarakat di tujuh kecamatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembagian masker dilakukan secara serentak pada Selasa, 8 September 2026, dengan sekitar 4.000 masker dibagikan pada pagi hari dan 10.000 masker pada sore hari. Salah satu titik pembagian masker berada di Alun-Alun Pamulang yang menjadi pusat aktivitas warga setempat. Selain di alun-alun, Dinas Kesehatan juga menyiapkan masker di seluruh puskesmas yang tersebar di enam kecamatan lainnya, sehingga masyarakat dapat mengambilnya secara gratis sesuai kebutuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan masker menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. &amp;ldquo;Ini oleh PMI dibagikan masker di beberapa titik di Tangsel, kemudian dari Dinas Kesehatan juga menyiapkan masker di puskesmas-puskesmas kita yang nanti akan bisa didapatkan masyarakat secara gratis,&amp;rdquo; ujar Benyamin di lokasi pembagian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Benyamin menyampaikan, jumlah masker yang tersedia saat ini masih terbatas sehingga masyarakat diminta memanfaatkannya secara maksimal. Pemkot Tangsel juga akan mengupayakan tambahan masker melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kementerian Kesehatan. &amp;ldquo;Kita tetap akan minta tambahan masker itu. Karena yang kami pandang bahwa mengenakan masker di luar ruangan ini sangat penting dalam kondisi saat ini,&amp;rdquo; kata dia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kota Tangsel sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan Tb. Asep Nurdin mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk melindungi masyarakat di tengah kondisi lingkungan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. PMI turut mengerahkan relawan di tiap titik pembagian untuk memastikan distribusi masker berjalan lancar dan tepat sasaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain membagikan masker, Pemkot Tangsel juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan lainnya. Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan memimpin langsung kegiatan penyemprotan sejumlah ruas jalan pada dini hari menggunakan armada pemadam kebakaran dengan metode dust suppression untuk membasahi endapan abu vulkanik di badan jalan. Tiga koridor utama yang menjadi sasaran penyemprotan meliputi Terminal BSD–Jalan Ciater Raya–Bundaran Maruga, ruas Pamulang Square–Sasak, serta kawasan Stasiun Rawa Buntu–Melati Mas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Penyemprotan ini kita lakukan untuk membasahi abu vulkanik yang mengendap di badan jalan, sehingga tidak kembali beterbangan akibat kendaraan maupun angin dan mengganggu aktivitas masyarakat,&amp;rdquo; ujar Pilar. Penyemprotan dilaksanakan pada malam hingga dini hari dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan aktivitas masyarakat agar proses penanganan lebih optimal. &amp;ldquo;Harapannya, sebelum aktivitas masyarakat kembali ramai pada pagi hari, endapan abu di ruas jalan sudah bisa kita kendalikan,&amp;rdquo; katanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, Pemkot Tangsel juga memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, 8-9 September 2026, sebagai langkah preventif menjaga kesehatan siswa di tengah kondisi abu vulkanik yang masih menghangat di wilayah Tangerang Selatan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan terkait potensi gangguan pernapasan pada anak-anak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menambahkan bahwa abu vulkanik mengandung partikel halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan seperti asma. Masyarakat dengan kondisi kesehatan rentan diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan segera memakai masker jika harus berada di luar. Puskesmas-puskesmas di seluruh kecamatan juga telah menyiapkan obat-obatan dan tenaga medis untuk menangani keluhan akibat paparan abu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai informasi, Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsinya dalam beberapa tahun terakhir kerap kali mengakibatkan abu vulkanik terbawa angin hingga ke kawasan Tangerang Raya, khususnya Tangerang Selatan yang berjarak relatif dekat dari lokasi gunung. Pada erupsi-erupsi sebelumnya, abu vulkanik dari GAK juga pernah mengganggu aktivitas penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan menyebabkan penurunan kualitas udara di wilayah Banten.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah penanganan abu vulkanik di Tangsel ini menunjukkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, PMI, dan berbagai dinas terkait. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam merespons bencana alam secara cepat dan efektif. Benyamin mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, tidak panik, serta mengikuti imbauan pemerintah setempat. Bagi yang memiliki keluhan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, dapat menghubungi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejumlah warga yang ditemui di lokasi pembagian masker menyambut positif langkah pemerintah tersebut. &amp;ldquo;Kami sangat terbantu dengan adanya masker gratis ini, karena memang abu vulkaniknya cukup tebal beberapa hari ini,&amp;rdquo; ujar salah satu warga Pamulang. Beberapa warga lainnya juga berharap agar distribusi masker dapat berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://berita.tangerangselatankota.go.id/berita/tangsel-bagikan-14000-masker-gratis-warga-diminta-waspadai-abu-vulkanik" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Berita Pemkot Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>