<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Senam on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/senam/</link><description>Recent content in Senam on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 07:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/senam/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Tiga Pesenam Muda Tangerang Gymnastics Club Bawa Pulang 12 Medali dari Filipina</title><link>https://cikayasa.com/p/atlet-senam-tangerang-gymnastics-club-12-medali-filipina/</link><pubDate>Wed, 21 Oct 2026 07:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/atlet-senam-tangerang-gymnastics-club-12-medali-filipina/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/atlet-senam-tangerang-gymnastics-club-12-medali-filipina/cover.jpg" alt="Featured image of post Tiga Pesenam Muda Tangerang Gymnastics Club Bawa Pulang 12 Medali dari Filipina" /&gt;&lt;p&gt;Tiga atlet Tangerang Gymnastics Club (TGC) membawa pulang 12 medali dari ajang 11th PGAA STY International Gymnastics Cup 2026 di Filipina. Rinciannya satu medali emas, sembilan perak, dan dua perunggu — hasil yang langsung disorot Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang sebagai bukti pembinaan atlet usia muda berjalan di jalur yang benar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Medali itu tidak datang dari satu nama saja. Pada hari pertama kompetisi, Rakkasya Ibrahim Ansar membuka jalan dengan satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Pada hari kedua giliran Kirara Anantari Rum yang menyumbang tiga perak dan satu perunggu, disusul Emily Daisiryu dengan empat medali perak dari nomor-nomor yang diikutinya. Totalnya genap 12 keping.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Rakkasya Ibrahim Ansar membuka perolehan medali TGC pada hari pertama dengan meraih satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Hasil tersebut menjadi kontribusi awal bagi pencapaian tim dalam ajang internasional tersebut,&amp;rdquo; kata Pelatih Tangerang Gymnastics Club Alfin Hudayatama, Senin (19/10/26), seperti dilansir laman resmi Pemerintah Kota Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="satu-emas-sembilan-perak-dua-perunggu"&gt;Satu Emas, Sembilan Perak, Dua Perunggu
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi cabang senam, komposisi medali seperti ini justru menunjukkan sesuatu yang lebih penting daripada sekadar jumlah. Sebanyak sembilan dari dua belas keping berwarna perak, artinya para atlet TGC konsisten finis di posisi kedua pada banyak nomor — bukan hanya meledak di satu kesempatan lalu hilang di nomor berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Secara keseluruhan, ketiga atlet tersebut membawa pulang 12 medali untuk Tangerang Gymnastics Club. Rinciannya, satu medali emas, sembilan medali perak, dan dua medali perunggu. Capaian ini menjadi hasil membanggakan bagi para atlet, pelatih, serta keluarga yang mendukung perjalanan mereka di dunia olahraga senam,&amp;rdquo; ujar Alfin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kompetisi yang mereka ikuti bukan turnamen antar klub biasa. PGAA STY International Gymnastics Cup adalah ajang senam tahunan yang digelar PGAA-STY Gymnastics &amp;amp; Sports Center di Filipina dan pada 2026 memasuki penyelenggaraan ke-11. Pesertanya datang dari berbagai klub dan tim senam di kawasan, membawa bendera masing-masing — termasuk Indonesia melalui TGC.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di arena seperti itu, penilaian tidak hanya soal siapa yang paling lentur atau paling kuat. Pesenam dinilai dari ketepatan gerakan, kebersihan eksekusi, sampai kemampuan mengendalikan tubuh di atas alat. Satu gerakan yang mendarat tidak sempurna bisa memindahkan posisi dari emas ke perak. Karena itu, selisih tipis yang membuat TGC banyak mengoleksi perak justru menggambarkan level persaingan yang ketat.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kata-dispora-ukur-kemampuan-tambah-pengalaman"&gt;Kata Dispora: Ukur Kemampuan, Tambah Pengalaman
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang menilai capaian itu sebagai modal untuk langkah berikutnya. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi luar negeri adalah cara paling jujur bagi atlet untuk mengukur kemampuan sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Keikutsertaan dalam kompetisi luar negeri menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman menghadapi persaingan dari atlet negara lain,&amp;rdquo; jelas Kaonang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernyataan itu masuk akal dalam konteks pembinaan usia muda. Di dalam negeri, seorang pesenam bisa terlihat dominan karena lawan yang dihadapi itu-itu juga. Begitu masuk arena internasional, standar penilaian berubah: juri membawa tolok ukur berbeda, gaya gerakan peserta lain berbeda, dan tekanan mental bertanding di negara orang jauh lebih besar. Pengalaman semacam ini tidak bisa digantikan latihan di gym sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kaonang juga menyoroti peran lingkungan di sekitar atlet. Kerja keras dalam latihan, kedisiplinan, serta dukungan keluarga disebutnya sebagai bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="klub-keluarga-dan-ekosistem-yang-menopang"&gt;Klub, Keluarga, dan Ekosistem yang Menopang
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Prestasi TGC memperlihatkan satu hal yang jarang dibahas dalam pemberitaan olahraga: jalur pembinaan di Kota Tangerang tidak hanya bergantung pada sekolah atau event pemerintah daerah. Klub-klub olahraga milik masyarakat ikut mengambil peran, mulai dari menyediakan pelatih, menyusun program latihan harian, sampai mengurus keberangkatan atlet ke kompetisi luar negeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk cabang senam, peran klub bahkan sangat menentukan. Alat-alat senam tidak murah, pelatih bersertifikat terbatas, dan jam latihan harus konsisten sejak usia dini. Orang tua yang mengantar anaknya latihan setiap pekan adalah bagian dari rantai itu. Karena itu, ketika tiga atlet TGC berdiri di podium Filipina, yang ikut menanggung hasil bukan hanya atlet dan pelatih, tapi juga keluarga masing-masing.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Keberhasilan Rakkasya, Kirara, dan Emily di Filipina menjadi kebanggaan bagi Tangerang Gymnastics Club sekaligus menambah catatan prestasi atlet senam asal Kota Tangerang. Capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih, berani berkompetisi, dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di panggung internasional,&amp;rdquo; pungkas Kaonang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="menuju-porprov-vii-banten"&gt;Menuju Porprov VII Banten
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagi Kota Tangerang, 12 medali dari Filipina ini datang di waktu yang tepat. Porprov VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan sudah di depan mata, dan pemerintah daerah memang sedang menargetkan posisi juara umum. Klaim itu bukan tanpa dasar: Kota Tangerang sebelumnya mencatat hasil kuat di sejumlah ajang, termasuk menjadi juara umum pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Senam sendiri termasuk cabang yang menuntut kesiapan teknis dan mental, karena penilaiannya berbasis poin per gerakan. Atlet yang terbiasa tampil di kompetisi internasional biasanya lebih tenang menghadapi tekanan, termasuk tekanan dari tribun penonton sendiri. Pengalaman tiga pesenam TGC di Filipina bisa menjadi rujukan bagi pelatih daerah ketika menyusun program menjelang Porprov.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang belum terjawab, tentu saja, apakah pola pembinaan seperti di TGC bisa direplikasi ke lebih banyak klub dan sekolah. Sebab prestasi 12 medali ini lahir dari satu klub dengan atlet yang relatif sedikit. Kalau ingin hasil serupa berulang setiap tahun, yang dibutuhkan bukan hanya semangat bertanding, tapi juga jumlah pelatih, akses tempat latihan, dan jadwal kompetisi lokal yang rutin.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="catatan-dari-filipina"&gt;Catatan dari Filipina
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Sampai berita ini ditulis, yang bisa dikutip adalah pernyataan pelatih dan Dispora Kota Tangerang di atas. Arah kebijakannya cukup jelas: prestasi di luar negeri didorong sebagai bagian dari pembinaan, bukan sekadar dikirim lalu dilupakan setelah medali dibagikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk sementara, catatan yang bisa dipegang adalah angka sederhana: tiga atlet, dua hari bertanding, dua belas medali. Satu emas, sembilan perak, dua perunggu, dari sebuah kota yang sedang berusaha membangun basis olahraganya dari level paling bawah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://www.tangerangkota.go.id/berita/detail/69981/harumkan-nama-kota-tangerang-atlet-tangerang-gymnastics-club-raih-12-medali-di-filipina" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Tangerang Kota - Harumkan Nama Kota Tangerang, Atlet Tangerang Gymnastics Club Raih 12 Medali di Filipina&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>