<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Sungai Angke on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/sungai-angke/</link><description>Recent content in Sungai Angke on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/sungai-angke/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pemkot Tangsel Bangun Bronjong 164 Meter di Villa Pamulang, Antisipasi Banjir dan Longsor</title><link>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangsel-bangun-bronjong-villa-pamulang-antisipasi-banjir-longsor/</link><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangsel-bangun-bronjong-villa-pamulang-antisipasi-banjir-longsor/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pemkot-tangsel-bangun-bronjong-villa-pamulang-antisipasi-banjir-longsor/cover.jpg" alt="Featured image of post Pemkot Tangsel Bangun Bronjong 164 Meter di Villa Pamulang, Antisipasi Banjir dan Longsor" /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PAMULANG&lt;/strong&gt; — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus bergerak memperkuat infrastruktur pengendali banjir dan longsor di kawasan permukiman padat. Kali ini, Pemkot Tangsel membangun bronjong batu kali sepanjang 164 meter di kawasan Villa Pamulang, Kecamatan Pamulang, di sepanjang aliran Sungai Angke.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembangunan ini dilakukan untuk memperkuat tebing sungai sekaligus mengantisipasi pergeseran tanah dan longsor yang berpotensi mengganggu jalan serta permukiman warga di sekitar Villa Pamulang. Kawasan ini selama ini dikenal rawan terhadap pengikisan tanah akibat derasnya aliran Sungai Angke, terutama saat musim hujan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa metode bronjong dipilih karena lokasi pembangunan berada di aliran Sungai Angke yang kewenangannya berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dengan demikian, pengerjaan dilakukan setelah mendapat izin dari pihak BBWS.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau di Villa Pamulang, karena itu Sungai Angke, jadi izin dari BBWS, kita diberikan izin. Pemasangannya sebatas semi permanen, dengan bentuk bronjong batu kali yang diikat dengan kawat,&amp;rdquo; ujar Pilar saat meninjau pembangunan turap dan bronjong di kawasan Villa Pamulang, Rabu (2/9/2026).&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="konstruksi-bertahap-setinggi-lima-meter"&gt;Konstruksi bertahap setinggi lima meter
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bronjong dipasang secara bertahap dengan ketinggian konstruksi yang bervariasi hingga sekitar lima meter. Struktur ini diharapkan mampu memperkuat sisi sungai yang mengalami pengikisan akibat aliran air, sekaligus mengurangi risiko longsor, jalan amblas, serta genangan air di sekitar kawasan permukiman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara keseluruhan, pembangunan bronjong batu kali di kawasan Villa Pamulang dilakukan sepanjang 164 meter. Struktur tersebut juga dilengkapi parapet atau pagar pengaman sepanjang 145 meter, dengan ketinggian konstruksi mencapai sekitar lima meter.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemilihan material batu kali yang diikat dengan kawat baja galvanis dinilai paling sesuai untuk kondisi tanah di sekitar bantaran sungai. Selain kuat menahan tekanan air, konstruksi bronjong juga lebih fleksibel terhadap pergerakan tanah dibandingkan turap beton biasa, sehingga cocok digunakan pada tebing sungai yang rawan tergerus.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="penataan-bantaran-sungai-jadi-prioritas"&gt;Penataan bantaran sungai jadi prioritas
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dalam peninjauan tersebut, Pilar Saga Ichsan juga meminta penataan bangunan di sekitar bantaran sungai segera dilakukan agar proses pembangunan tidak terhambat. Ia menegaskan pentingnya kesadaran bersama bahwa penataan bantaran sungai merupakan kepentingan publik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan publik. Kecamatan dan kelurahan segera komunikasikan supaya penataan di pinggir sungai bisa segera dilakukan,&amp;rdquo; tegasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penataan bantaran sungai ini menjadi krusial mengingat banyaknya bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan aliran Sungai Angke. Bangunan-bangunan tersebut tidak hanya membahayakan penghuninya saat debit air naik, tetapi juga menghambat akses untuk perawatan dan normalisasi sungai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pekerjaan pembangunan bronjong di Villa Pamulang ini ditargetkan rampung pada akhir 2026. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan warga di sekitar kawasan Villa Pamulang tidak lagi khawatir terhadap ancaman banjir dan longsor yang selama ini menjadi persoalan tahunan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bagian-dari-program-perbaikan-infrastruktur-berkelanjutan"&gt;Bagian dari program perbaikan infrastruktur berkelanjutan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pembangunan bronjong di Villa Pamulang bukanlah proyek tunggal. Pemkot Tangsel secara berkesinambungan melakukan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut. Sebelumnya, Pemkot Tangsel juga telah meningkatkan infrastruktur jalan beton hingga perbaikan saluran di Jalan Villa Pamulang, serta menyiapkan perbaikan Villa Dago Pamulang usai proses serah terima aset.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menata kawasan Pamulang yang merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk cukup tinggi di Tangerang Selatan. Keberadaan Sungai Angke yang membelah kawasan ini menjadikan pengelolaan bantaran sungai dan pengendalian banjir sebagai prioritas utama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi warga, kehadiran bronjong ini tentu membawa harapan baru. Selama ini, saat hujan deras mengguyur, sebagian warga di sekitar bantaran Sungai Angke kerap was-was karena tebing sungai yang tergerus. Dengan diperkuatnya tebing sungai melalui bronjong, risiko longsor dan jalan amblas diharapkan dapat diminimalkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah kota juga mengimbau warga untuk turut menjaga kebersihan sungai dan tidak mendirikan bangunan liar di bantaran sungai, karena upaya pengendalian banjir hanya akan efektif bila didukung partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan program pengendalian banjir jangka panjang di Kota Tangerang Selatan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="sungai-angke-dan-persoalan-banjir-tahunan"&gt;Sungai Angke dan persoalan banjir tahunan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Sungai Angke merupakan salah satu sungai utama yang melintasi wilayah Tangerang Selatan dan menjadi tulang punggung drainase bagi sejumlah kecamatan, termasuk Pamulang. Ketika debit air meningkat, tebing sungai yang belum diperkuat rentan mengalami pengikisan dan longsor, sehingga air dapat meluap ke permukiman di sekitarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Persoalan ini bukan hal baru bagi warga Villa Pamulang dan sekitarnya. Setiap kali musim hujan tiba, kawasan yang berada di dekat bantaran Sungai Angke kerap dilanda genangan dan ancaman longsor. Kondisi ini diperparah dengan adanya bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan bibir sungai, sehingga mempercepat proses pengikisan tanah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan dibangunnya bronjong sepanjang 164 meter ini, pemerintah berharap dapat menahan laju erosi pada titik-titik kritis di sepanjang aliran Sungai Angke. Struktur bronjong yang terbuat dari susunan batu kali dalam kawat galvanis mampu menyerap tekanan aliran air sekaligus menahan material tanah agar tidak mudah tergerus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selain itu, keberadaan parapet sepanjang 145 meter turut berfungsi sebagai pengaman tambahan bagi pejalan kaki maupun kendaraan yang melintas di sekitar bantaran sungai. Pagar pengaman ini penting mengingat kawasan Villa Pamulang cukup padat aktivitas, terutama pada pagi dan sore hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ke depannya, Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi sungai-sungai di wilayahnya secara berkala. Upaya normalisasi, pengerukan sedimentasi, serta penataan bantaran sungai akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi masyarakat, langkah antisipatif ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Kawasan bantaran sungai yang tertata rapi akan menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi warga yang tinggal di sekitarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://berita.tangerangselatankota.go.id/berita/pemkot-tangsel-bangun-bronjong-164-meter-di-villa-pamulang-antisipasi-banjir-dan-longsor" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;https://berita.tangerangselatankota.go.id/berita/pemkot-tangsel-bangun-bronjong-164-meter-di-villa-pamulang-antisipasi-banjir-dan-longsor&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>