<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Sungai Cisadane on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/sungai-cisadane/</link><description>Recent content in Sungai Cisadane on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sun, 13 Sep 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/sungai-cisadane/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pemkot Tangerang Ajukan Percepatan Pengerukan Cisadane Hadapi Kemarau Panjang</title><link>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-ajukan-percepatan-pengerukan-cisadane-hadapi-kemarau-panjang/</link><pubDate>Sun, 13 Sep 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-ajukan-percepatan-pengerukan-cisadane-hadapi-kemarau-panjang/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/pemkot-tangerang-ajukan-percepatan-pengerukan-cisadane-hadapi-kemarau-panjang/cover.jpg" alt="Featured image of post Pemkot Tangerang Ajukan Percepatan Pengerukan Cisadane Hadapi Kemarau Panjang" /&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah antisipatif dengan mengajukan percepatan normalisasi dan pengerukan sedimen Sungai Cisadane kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC). Langkah ini diambil menyusul penurunan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Cisadane yang mencapai 40 sentimeter dari batas normal akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Tangerang Raya sejak beberapa bulan terakhir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Direktur Utama Perumda Tirta Benteng (TB), Doddy Effendy, menjelaskan bahwa penurunan debit air di Sungai Cisadane tersebut berpotensi mengganggu ketersediaan air baku yang menjadi sumber pasokan air bersih bagi warga Kota Tangerang. Meskipun kondisi saat ini masih tergolong aman, pemerintah kota memandang perlunya langkah cepat untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas jika kemarau terus berlanjut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Meski masih aman untuk pasokan air bersih ke warga, namun dari temuan di lapangan akan segera ditindaklanjuti. Apalagi Wali Kota Sachrudin telah memberikan instruksi langsung untuk segera berkoordinasi dengan BBWSC,&amp;rdquo; ujar Doddy di Tangerang, Minggu (13/9/2026).&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pemetaan-wilayah-terdampak-penurunan-kualitas-air"&gt;Pemetaan Wilayah Terdampak Penurunan Kualitas Air
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Selain mengupayakan pengerukan sedimentasi, Perumda Tirta Benteng juga telah melakukan pemetaan wilayah yang mengalami penurunan distribusi air bersih. Penurunan kualitas air atau kondisi air keruh terjadi di beberapa titik wilayah, sehingga membutuhkan penanganan khusus dari sisi teknologi pengolahan air.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tim sudah kami turunkan untuk menyisir wilayah pelanggan yang menyampaikan keluhan. Kami terus melakukan penyesuaian teknologi dan langkah-langkah penanganan agar kualitas air yang didistribusikan kembali sesuai standar,&amp;rdquo; tambah Doddy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah pengerukan sedimen ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Tangerang dalam menjaga kelestarian Sungai Cisadane sebagai sumber air baku utama. Selama musim kemarau, sedimentasi di dasar sungai semakin terlihat karena volume air yang menyusut, sehingga mengurangi kedalaman efektif aliran sungai.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="wali-kota-sachrudin-cadangan-air-masih-aman-satu-bulan-ke-depan"&gt;Wali Kota Sachrudin: Cadangan Air Masih Aman Satu Bulan ke Depan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan terkait kondisi air bersih saat ini. Cadangan air baku di Sungai Cisadane masih dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih warga Kota Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kondisi air saat ini terhitung aman. Diperkirakan kecukupan air dari Cisadane untuk dialirkan kepada masyarakat masih aman hingga satu bulan ke depan. Kami minta masyarakat tidak panik, karena pemerintah dan PDAM terus hadir memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan,&amp;rdquo; ujar Sachrudin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meski demikian, Wali Kota mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Imbauan ini penting mengingat kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat memperparah sedimentasi yang sudah terjadi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="konteks-kemarau-panjang-di-tangerang-raya"&gt;Konteks: Kemarau Panjang di Tangerang Raya
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kemarau panjang tahun 2026 ini menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah daerah di Tangerang Raya. Beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang bahkan telah ditetapkan dalam status awas kekeringan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga terus mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sungai Cisadane sendiri merupakan sungai terpanjang di Provinsi Banten yang membentang dari kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, hingga bermuara di Selat Sunda. Sungai ini menjadi urat nadi kehidupan bagi jutaan warga di sepanjang alirannya, termasuk Kota Tangerang yang sangat bergantung pada pasokan air baku dari sungai ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penurunan TMA sebesar 40 sentimeter dari batas normal merupakan indikator signifikan yang menunjukkan bahwa volume air di sungai telah berkurang cukup drastis. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Banten.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dampak-bagi-warga-dan-pelaku-usaha"&gt;Dampak bagi Warga dan Pelaku Usaha
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Penurunan kualitas air bersih akibat sedimentasi tidak hanya berdampak pada pasokan rumah tangga, tetapi juga bagi pelaku usaha di sektor kuliner, hotel, dan industri ringan yang bergantung pada kualitas air baku. Sejumlah pelaku usaha di kawasan Karawaci dan BSD City dikabarkan mulai mengeluhkan perubahan warna dan bau air yang diterima dari jaringan Perumda Tirta Benteng.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketua RT 05/012, Kecamatan Cibodas, mengatakan bahwa sebagian warga di wilayahnya sudah mulai merasakan dampak penurunan kualitas air. &amp;ldquo;Air yang keluar dari keran kadang agak keruh, terutama di pagi hari. Kami berharap pemerintah segera menangani masalah ini agar warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih,&amp;rdquo; ujarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun demikian, Perumda Tirta Benteng memastikan bahwa standar kualitas air yang didistribusikan tetap memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Proses pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) terus disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan kualitas air baku dari Sungai Cisadane.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="antisipasi-jangka-panjang"&gt;Antisipasi Jangka Panjang
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pemkot Tangerang menyadari bahwa pengerukan sedimen saja tidak cukup untuk mengatasi masalah jangka panjang. Diperlukan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, BBWSC, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. Normalisasi aliran sungai, pengelolaan sampah di bantaran sungai, dan penghijauan di kawasan hulu menjadi beberapa langkah strategis yang perlu terus digalakkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, volume sampah yang masuk ke Sungai Cisadane setiap harinya mencapai puluhan ton. Sampah-sampah tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas rumah tangga dan pasar tradisional di sepanjang bantaran sungai. Kondisi ini diperparah dengan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Warga Kota Tangerang dihimbau untuk dapat melaporkan kondisi air bersih di wilayah masing-masing melalui saluran pengaduan yang telah disediakan oleh Perumda Tirta Benteng. Dengan adanya laporan dari masyarakat, pemerintah dapat lebih cepat merespons dan menyalurkan bantuan air bersih kepada wilayah yang benar-benar membutuhkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://banten.antaranews.com/berita/390604/pemkot-tangerang-ajukan-percepatan-pengerukan-cisadane" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;ANTARA News Banten&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>