<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Taekwondo on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/taekwondo/</link><description>Recent content in Taekwondo on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2026 07:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/taekwondo/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Kejuaraan Taekwondo Internasional di Kelapa Dua, Atlet Kota Tangerang Borong 7 Medali</title><link>https://cikayasa.com/p/kejuaraan-taekwondo-internasional-di-kelapa-dua-atlet-kota-tangerang-borong-7-medali/</link><pubDate>Fri, 16 Oct 2026 07:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/kejuaraan-taekwondo-internasional-di-kelapa-dua-atlet-kota-tangerang-borong-7-medali/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/kejuaraan-taekwondo-internasional-di-kelapa-dua-atlet-kota-tangerang-borong-7-medali/cover.jpg" alt="Featured image of post Kejuaraan Taekwondo Internasional di Kelapa Dua, Atlet Kota Tangerang Borong 7 Medali" /&gt;&lt;p&gt;Indoor Stadium Kelapa Dua di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu panggung olahraga paling sibuk awal Oktober ini. Selama tiga hari, 2 sampai 4 Oktober 2026, arena itu menjadi tuan rumah Pugnator International Open Taekwondo Grandslam Youth Championship 2026—kejuaraan yang mempertemukan lebih dari 3.300 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia sekaligus peserta dari belasan negara, antara lain Filipina, Pakistan, dan Hong Kong.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Tangerang Raya, ajang itu bukan cuma soal menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Sejumlah atlet dari wilayah ini pulang dengan medali. Yang paling mencolok adalah rombongan dari satu sekolah dasar di Kota Tangerang: tujuh atlet cilik yang diberangkatkan SDN Tangerang 14 dan tergabung dalam Generasi Taekwondo Indonesia (GTI) berhasil naik podium seluruhnya, dengan rincian satu medali emas, empat perak, dan dua perunggu.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="tujuh-medali-dari-satu-sekolah"&gt;Tujuh Medali dari Satu Sekolah
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Tujuh &amp;ldquo;calon atlet&amp;rdquo; yang dimaksud adalah Zaskia Nur Azizah (medali emas), lalu Alvaro, Zidan, Aisyah, dan Halwa yang masing-masing membawa perak, serta Ayra dan Afiyah yang meraih perunggu. Karena semua peserta yang diberangkatkan sekolah berhasil membawa pulang medali, capaian itu langsung menarik perhatian Dinas Pendidikan Kota Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, memberi apresiasi khusus kepada para siswa. Menurutnya, hasil di Kelapa Dua menunjukkan bahwa atlet muda Kota Tangerang mampu bersaing bukan hanya dengan peserta dari dalam negeri, melainkan juga dengan atlet dari berbagai negara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Terima kasih telah berjuang dengan semangat, disiplin, dan sportivitas tinggi hingga berhasil mengharumkan nama sekolah, Kota Tangerang, dan Indonesia di kancah internasional,&amp;rdquo; ujarnya, seraya berharap prestasi itu memicu pelajar lain mengembangkan bakat non-akademik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kabar baik ini juga disambut Pengawas Pembina Gugus 1 Kota Tangerang, Yuniar Ali. Ia menyebut kunci keberhasilan para siswa terletak pada keseriusan mengikuti ekstrakurikuler taekwondo di sekolah, ditambah kolaborasi yang rapi antara siswa, pelatih, orang tua, dan pihak sekolah. Harapannya sederhana namun penting: prestasi tidak berhenti di satu angkatan, tetapi ada regenerasi ke bawah agar capaian serupa terus berulang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="emas-dan-perak-dua-bersaudara-di-arena-yang-sama"&gt;Emas dan Perak Dua Bersaudara di Arena yang Sama
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kisah lain datang dari arena yang sama. Almeer Sya&amp;rsquo;ban Bahri, siswa kelas IV SDIT An-Nur Kota Serang yang baru berusia 10 tahun, turun di kategori Kyorugi Pra-Cadet Male kelas berat di atas 45 kilogram. Ia harus menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman, dan pulang dengan medali perak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang menarik, di arena itu pula kakaknya—Farhan Sanur Ramadhan (20)—bertanding di kategori Kyorugi kelas 80,1–87 kilogram dan berhasil meraih medali emas. Dua bersaudara dengan hasil berbeda, tetapi sama-sama menguji kemampuan di kejuaraan berskala internasional. Keduanya berlatih di klub ONE Taekwondo Fighter, dan bagi keluarga mereka, dua medali itu menjadi penanda bahwa olahraga bisa tumbuh menjadi bagian penting dalam kehidupan rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Almeer, perak itu bukan akhir perjalanan. Masih banyak yang harus diperbaiki: ketepatan teknik, kecepatan, kemampuan membaca gerakan lawan, dan konsistensi saat bertanding. Pesan yang tersisa dari kisahnya cukup jelas—atlet muda dari daerah pun bisa tampil di panggung internasional asalkan latihan berjalan terarah dan pembinaan tidak putus.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="cara-membaca-medali-di-kejuaraan-terbuka"&gt;Cara Membaca Medali di Kejuaraan Terbuka
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Sejumlah pihak menilai prestasi di Pugnator Open 2026 perlu dibaca dengan konteks yang jujur. Pusat Pelatihan Cabang (Puslatcab) Taekwondo KONI Kota Tangerang menjelaskan bahwa kejuaraan taekwondo punya beberapa tingkatan kategori. Ada kejuaraan prestasi seperti G1 yang umumnya diikuti atlet pelatnas untuk kualifikasi Olimpiade, ada G2 yang biasanya berupa turnamen terbuka, dan ada kategori pemula atau festival yang jumlah pesertanya lebih sedikit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada kategori festival, misalnya, peserta bisa hanya dua orang sehingga atlet yang kalah tetap memperoleh medali perak. Karena itu, membaca capaian atlet muda tidak cukup dari warna medali saja, tetapi juga dari kategori yang diikuti. Penjelasan ini penting supaya prestasi pelajar tetap diapresiasi secara proporsional—tanpa melebih-lebihkan, tetapi juga tanpa mengecilkan usaha anak-anak yang berlatih berbulan-bulan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari sisi pembinaan, tercatat sekitar 50 atlet taekwondo binaan di Kota Tangerang, terdiri dari 26 atlet junior dan 24 atlet senior. Atlet junior diakomodasi Dinas Pemuda dan Olahraga melalui program pembinaan atlet pelajar daerah, sedangkan atlet senior dibina lewat KONI dengan sumber anggaran dari Dispora dan bantuan bulanan. Perbedaan status juga berdampak pada nama yang dibawa saat bertanding: atlet daerah turun membawa nama kota, sementara atlet klub tampil membawa nama klub atau dojang masing-masing.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="fasilitas-dan-biaya-masih-jadi-ganjalan"&gt;Fasilitas dan Biaya Masih Jadi Ganjalan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di balik sederet medali, ada pekerjaan rumah yang tidak selesai dalam sehari. Puslatcab Taekwondo KONI Kota Tangerang mengakui bahwa fasilitas latihan masih menjadi kendala tiga tahun terakhir. Perlengkapan latihan beberapa klub masih ditanggung dana internal, bukan dana pembinaan. Kebutuhan paling mendasar adalah tempat latihan yang memadai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk menyelenggarakan kejuaraan tingkat nasional saja, dibutuhkan minimal enam matras lapangan berukuran 12 x 12 meter, yang berarti lahan ratusan meter persegi. Venue yang ada dinilai belum cukup—sehingga menambah hari pertandingan otomatis menambah biaya panitia, konsumsi, wasit, hingga penginapan. Ketersediaan penginapan murah bagi kontingen dari luar daerah juga menjadi persoalan tersendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Belum lagi biaya yang ditarik dari kantong orang tua atlet. Komitmen waktu dan biaya menjadi syarat yang tidak ringan, terlebih bagi atlet yang harus mengikuti sejumlah turnamen dalam setahun untuk menjaga jam terbang dan performa.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kelapa-dua-sebagai-panggung-pembinaan-berjenjang-sebagai-kunci"&gt;Kelapa Dua sebagai Panggung, Pembinaan Berjenjang sebagai Kunci
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Penyelenggaraan Pugnator Open 2026 sendiri mendapat dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI, serta Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Pola dukungan semacam itu menunjukkan bahwa kejuaraan berjenjang—dari level pelajar, klub, hingga internasional—memang dibutuhkan untuk menguji hasil latihan sekaligus menjaring atlet potensial.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Tangerang Raya, gelaran di Indoor Stadium Kelapa Dua itu meninggalkan dua hal sekaligus. Pertama, bukti bahwa wilayah ini sanggup menjadi tuan rumah kejuaraan internasional yang diikuti ribuan atlet dari belasan negara. Kedua, pengingat bahwa prestasi di arena selalu berdiri di atas proses panjang: ekskul sekolah yang berjalan serius, klub dan dojang yang konsisten, dukungan orang tua, serta fasilitas dan pembinaan yang tidak berhenti di seremoni.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Prestasi pelajar seperti tujuh medali SDN Tangerang 14 dan emas-perak dua bersaudara dari Serang menjadi modal berharga menjelang agenda olahraga berikutnya, termasuk Porprov VII Banten 2026. Sebab pada akhirnya, medali bukan hanya soal kepingan logam yang digantung di leher, melainkan penanda apakah pembinaan olahraga di daerah benar-benar berjalan berjenjang—dari sekolah, ke klub, lalu ke panggung nasional dan internasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://www.bantennews.co.id/keping-medali-almeer-dan-farhan-di-atas-matras-dunia/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;BantenNews.co.id — Keping Medali Almeer dan Farhan di Atas Matras Dunia&lt;/a&gt; · &lt;a class="link" href="https://tangerangsiber.co.id/news/calon-atlet-taekwondo-sdn-tangerang-14-borong-7-medali-di-pugnator-open-2026-dinas-pendidikan-beri-apresiasi/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;TangerangSiber.co.id — Calon Atlet Taekwondo SDN Tangerang 14 Borong 7 Medali&lt;/a&gt; · &lt;a class="link" href="https://tangerangsiber.co.id/news/ramai-diperbincangkan-puslatcab-koni-kota-tangerang-klarifikasi-status-atlet-taekwondo-dan-ungkap-kendala-fasilitas/" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;TangerangSiber.co.id — Puslatcab KONI Kota Tangerang Klarifikasi Status Atlet dan Kendala Fasilitas&lt;/a&gt; · &lt;a class="link" href="https://malahayati.ac.id/?p=88203" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Universitas Malahayati — Pugnator Open 2026 Diikuti 3.300 Atlet&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>