<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>TBC on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/tbc/</link><description>Recent content in TBC on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/tbc/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>RSB Sahabat Paru Pertama di Banten Hadir, Sachrudin: Wujud Kolaborasi Eliminasi TBC</title><link>https://cikayasa.com/p/rsb-sahabat-paru-pertama-di-banten-hadir-sachrudin-wujud-kolaborasi-eliminasi-tbc/</link><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/rsb-sahabat-paru-pertama-di-banten-hadir-sachrudin-wujud-kolaborasi-eliminasi-tbc/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/rsb-sahabat-paru-pertama-di-banten-hadir-sachrudin-wujud-kolaborasi-eliminasi-tbc/cover.jpg" alt="Featured image of post RSB Sahabat Paru Pertama di Banten Hadir, Sachrudin: Wujud Kolaborasi Eliminasi TBC" /&gt;&lt;p&gt;Kota Tangerang kini memiliki Rumah Sehat Baznas (RSB) Sahabat Paru, fasilitas kesehatan pertama di Provinsi Banten yang secara khusus berfokus pada penanganan pasien Tuberkulosis (TBC). Fasilitas ini resmi diresmikan Wali Kota Tangerang H. Sachrudin di Perumahan Bina Marga, Cikokol, pada Kamis (27/08/2026). Kehadiran RSB ini menandai langkah baru Kota Tangerang dalam memperkuat ekosistem penanggulangan TBC yang tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga pendampingan psikososial dan pemenuhan kebutuhan dasar pasien.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;RSB Sahabat Paru lahir dari kolaborasi Pemkot Tangerang, Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang. Kerjasama ini menjadi bukti bahwa penanggulangan TBC membutuhkan pendekatan lintas sektor — bukan sekadar tanggung jawab rumah sakit atau puskesmas, tetapi seluruh komponen masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Kolaborasi Baznas dan Pemerintah Kota&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Wali Kota Sachrudin menekankan bahwa RSB Sahabat Paru bukan sekadar fasilitas pengobatan biasa. Ia menjadi wujud nyata kepedulian bersama bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya melalui pengobatan medis. Pasien membutuhkan dukungan keluarga, pemenuhan gizi yang cukup, lingkungan yang mendukung, hingga pendampingan selama menjalani pengobatan sampai tuntas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;"TBC bukan hanya persoalan medis. Pasien juga membutuhkan dukungan keluarga, gizi yang cukup, lingkungan yang sehat, dan pendampingan. Yang paling penting, jangan sampai ada stigma. Jangan biarkan pasien merasa sendiri atau diasingkan. Mereka membutuhkan perhatian dan dukukung agar bisa menjalani pengobatan sampai tuntas dan tidak menularkan kepada orang lain," ujar Sachrudin dalam sambutannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sachrudin juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan Baznas menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Kota Tangerang kini tidak hanya berfungsi sebagai ibadah personal, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang nyata untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Fasilitas dan Layanan RSB Sahabat Paru&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;RSB Sahabat Paru berlokasi di Perumahan Bina Marga, Cikokol, Kota Tangerang. Fasilitas ini menyediakan layanan konsultasi kesehatan paru, pendampingan pengobatan TBC, edukasi pencegahan penularan, serta dukungan gizi bagi pasien dan keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kolaborasi ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang yang menyediakan tenaga medis dan standar pelayanan, Baznas Kota Tangerang yang mengelola dana operasional dan bantuan sosial, serta masyarakat sekitar yang menjadi garda terdepan dalam pendampingan pasien.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Stigma terhadap TBC masih menjadi salah satu hambatan besar dalam upaya eliminasi penyakit di Indonesia. RSB Sahabat Paru hadir untuk memecah stereotip tersebut dengan menciptakan lingkungan yang ramah pasien, mendukung pemulihan, dan mengurangi isolasi sosial yang seringdialami oleh penderita TBC.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Dampak Bagi Warga Kota Tangerang&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Dengan hadirnya RSB Sahabat Paru, warga Kota Tangerang yang tergabung dalam kategori pasien TBC kini memiliki akses layanan kesehatan khusus yang lebih terjangkau. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi beban pasien yang selama ini harus berobat ke rumah sakit umum dengan biaya yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi warga Cikayasa yang membutuhkan informasi lebih lanjut, RSB Sahabat Paru berada di Perumahan Bina Marga, Cikokol, Kota Tangerang. Program ini juga menjadi bagian dari target Kota Tangerang untuk menurunkan prevalensi TBC dan mendukung program eliminasi TBC nasional.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sachrudin berharap keberadaan RSB ini dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Provinsi Banten. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menjaga kesehatan bersama. "Semoga RSB Sahabat Paru semakin banyak memberikan manfaat. Karena kesehatan adalah investasi masa depan. Ketika kita membantu satu orang untuk sehat dan pulih, sesungguhnya kita juga sedang membangun keluarga dan masyarakat yang lebih kuat," pungkasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; &lt;a href="https://tangerangkota.go.id/berita/detail/68358/rsb-sahabat-paru-pertama-di-banten-hadir-sachrudin-wujud-kolaborasi-eliminasi-tbc"&gt;Pemerintah Kota Tangerang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>