<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Wabup Intan on Portal Cikayasa</title><link>https://cikayasa.com/tags/wabup-intan/</link><description>Recent content in Wabup Intan on Portal Cikayasa</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id-id</language><lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2026 07:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://cikayasa.com/tags/wabup-intan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>FORKAB I Kabupaten Tangerang: 1.764 Warga dari 29 Kecamatan Berlaga, Olahraga Tradisional Naik Kelas</title><link>https://cikayasa.com/p/forkab-i-kabupaten-tangerang-1.764-warga-dari-29-kecamatan-berlaga-olahraga-tradisional-naik-kelas/</link><pubDate>Thu, 15 Oct 2026 07:00:00 +0700</pubDate><guid>https://cikayasa.com/p/forkab-i-kabupaten-tangerang-1.764-warga-dari-29-kecamatan-berlaga-olahraga-tradisional-naik-kelas/</guid><description>&lt;img src="https://cikayasa.com/p/forkab-i-kabupaten-tangerang-1.764-warga-dari-29-kecamatan-berlaga-olahraga-tradisional-naik-kelas/cover.jpg" alt="Featured image of post FORKAB I Kabupaten Tangerang: 1.764 Warga dari 29 Kecamatan Berlaga, Olahraga Tradisional Naik Kelas" /&gt;&lt;p&gt;Warga Kabupaten Tangerang punya panggung baru untuk berolahraga. Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten Tangerang (FORKAB) Ke-1 Tahun 2026 resmi bergulir di kawasan Taman Tugu Titik Nol Tigaraksa, Sabtu (10/10/2026), dan berlanjut hingga Minggu (11/10/2026). Gelaran perdana ini diikuti 1.764 peserta yang datang dari 29 kecamatan serta berbagai jenjang sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembukaan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah. Dalam sambutannya, ia menyebut FORKAB bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan momentum untuk menggemakan semangat olahraga rekreasi, menjaga kebugaran warga, sekaligus melestarikan olahraga tradisional yang mulai jarang dimainkan anak-anak zaman sekarang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;FORKAB Ke-1 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk menggemakan semangat rekreasi, kebugaran, dan pelestarian olahraga tradisional. Melalui olahraga masyarakat, kita tidak hanya mengejar kesehatan fisik, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas antarwarga,&amp;rdquo; ujar Wabup Intan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="delapan-cabang-satu-semangat-kebersamaan"&gt;Delapan Cabang, Satu Semangat Kebersamaan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;FORKAB I mempertandingkan delapan jenis olahraga masyarakat. Sebagian di antaranya adalah cabang khas yang selama ini menjadi &amp;ldquo;spesialisasi&amp;rdquo; Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tangerang, seperti hadang, lari balok, terompah panjang, dagongan, bola sundul, sumpitan, ketapel, hingga gangsing. Cabang-cabang inilah yang biasanya muncul di ajang invitasi olahraga tradisional antarpelajar dan perlombaan pegawai di lingkup Pemkab Tangerang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang menarik, peserta FORKAB datang dari latar belakang yang sangat beragam: pelajar, pegawai, ibu rumah tangga, hingga warga lanjut usia. Tidak ada seleksi ketat seperti kejuaraan prestasi. Siapa pun yang mau mencoba, boleh ikut. Prinsip itulah yang membuat olahraga masyarakat berbeda dari kompetisi biasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebelum festival digelar, KORMI Kabupaten Tangerang lebih dulu menggelar technical meeting pada 7 Oktober 2026 di Tigaraksa. Pertemuan itu memastikan pembagian lapangan, jadwal pertandingan, dan aturan tiap cabang sudah rapi, sehingga dua hari pelaksanaan bisa berjalan tanpa hambatan berarti.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dari-pekan-pegawai-sampai-jadi-festival-terbuka"&gt;Dari Pekan Pegawai, Sampai Jadi Festival Terbuka
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;FORKAB I sebenarnya adalah puncak dari rangkaian panjang. Pada Agustus 2026, Pemkab Tangerang bersama KORMI menggelar pekan olahraga tradisional tingkat pegawai di lingkup pemerintah kabupaten. Saat itu, lima cabang dipertandingkan, mulai dari bola sundul, dagongan, tarik tambang, terompah panjang, sampai e-sport PlayStation 5.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Panitia kala itu menyebut bahwa puncak seluruh rangkaian akan digelar pada Oktober dalam bentuk festival olahraga tradisional yang terbuka untuk umum dan instansi. Janji itu terwujud lewat FORKAB I—festival pertama yang benar-benar membuka pintu bagi warga biasa, bukan hanya kalangan pegawai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Disporabudpar Kabupaten Tangerang, olahraga tradisional punya nilai lebih dari sekadar hiburan. Kegiatan semacam ini dipakai untuk melatih daya juang, kekompakan, dan sportivitas, terutama di kalangan pelajar. KORMI sendiri merupakan salah satu binaan dinas tersebut dan mendapat dukungan anggaran untuk menggali potensi warga di sektor olahraga.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="olahraga-tradisional-sebagai-penjaga-kearifan-lokal"&gt;Olahraga Tradisional sebagai Penjaga Kearifan Lokal
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Wabup Intan menilai olahraga rekreasi dan tradisional memegang peran strategis. Selain menjaga kearifan lokal, cabang-cabang ini juga memperkuat hubungan sosial di tengah modernisasi yang bergerak cepat. Anak-anak yang tumbuh dengan gawai, misalnya, tetap bisa merasakan serunya lari balok atau terompah panjang kalau ruang bermainnya disediakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Olahraga masyarakat mengajarkan kita bahwa menjaga kebugaran tidak selalu harus rumit, tetapi bisa diciptakan melalui suasana keceriaan dan kebersamaan,&amp;rdquo; ungkapnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pesan itu sejalan dengan arah pembinaan olahraga di Kabupaten Tangerang beberapa tahun terakhir. Lewat invitasi olahraga tradisional, ribuan pelajar pernah dilibatkan untuk mencoba cabang-cabang khas daerah. Dari ajang seperti itu, bibit atlet untuk kejuaraan tingkat provinsi mulai dipetakan, termasuk untuk Pekan Olahraga Tradisional Daerah (POTRADA) Banten.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="jalan-menuju-forprov-dan-panggung-banten"&gt;Jalan Menuju FORPROV dan Panggung Banten
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;FORKAB I juga bisa dibaca sebagai persiapan menuju panggung yang lebih besar. Sejumlah daerah di Banten sedang memanaskan mesin untuk Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Banten 2026 yang dijadwalkan pada 7–10 November 2026 di Kota Tangerang. Kota Tangerang sendiri menyiapkan ratusan pegiat olahraga untuk turun di ajang tingkat provinsi itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Kabupaten Tangerang, kehadiran FORKAB menjadi laboratorium penting. Selama ini, prestasi olahraga masyarakat di Banten kerap jadi arena adu kekuatan antardaerah. Dengan basis peserta yang luas dan tersebar di 29 kecamatan, festival ini bisa jadi cara paling murah dan efektif untuk menemukan bakat baru tanpa harus mengirim atlet ke pusat pelatihan sejak dini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wabup Intan berharap FORKAB tidak berhenti sebagai acara seremonial. Ia ingin festival ini melahirkan pegiat olahraga berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional, sekaligus menginspirasi keluarga di Kabupaten Tangerang untuk menjadikan gaya hidup sehat sebagai rutinitas sehari-hari.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="dampak-nyata-di-tingkat-desa-dan-kelurahan"&gt;Dampak Nyata di Tingkat Desa dan Kelurahan
&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Efek FORKAB paling terasa di tingkat akar rumput. Selama dua hari, kawasan Tugu Titik Nol Tigaraksa berubah menjadi ruang publik yang hidup: lapangan dipakai bergantian, tenda-tenda berdiri, dan pedagang makanan kecil di sekitar lokasi ikut kebagian rezeki. Momen seperti ini menunjukkan bahwa fasilitas publik yang dikelola baik bisa langsung dipakai warga untuk berkumpul.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Partisipasi 29 kecamatan juga berarti setiap desa dan kelurahan mengirim wakilnya. Dari Sukamulya hingga Cikasungka, dari Adiyasa sampai wilayah pesisir, semuanya punya cerita masing-masing. Ada kontingen yang berlatih di halaman balai desa, ada pula yang memanfaatkan lapangan sekolah. Cara-cara sederhana itu justru memperlihatkan bahwa olahraga masyarakat tidak menuntut anggaran besar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ke depan, KORMI Kabupaten Tangerang disebut berencana terus memasyarakatkan olahraga tradisional, termasuk lewat sosialisasi ke sekolah-sekolah. Minat pelajar terhadap permainan khas daerah dinilai masih tinggi, terutama kalau kegiatannya dibungkus sebagai perlombaan antarkelas atau antarsekolah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi warga yang penasaran, FORKAB I meninggalkan satu pesan sederhana: olahraga tidak harus mahal dan tidak harus jadi atlet untuk memulainya. Cukup datang ke lapangan terdekat, ajak tetangga, dan mainkan permainan yang dulu dimainkan orang tua kita. Dari situlah kebugaran, kebersamaan, dan kearifan lokal tumbuh bersama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sumber: &lt;a class="link" href="https://tangerangkab.go.id/detail-berita/buka-forkab-ke-1-tahun-2026-wabup-intan-dorong-masyarakat-kabupaten-tangerang-sehat-dan-bugar" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;Pemkab Tangerang&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://banten.antaranews.com/berita/388161/pekan-olahraga-tradisional-jadi-ajang-lestarikan-budaya" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;ANTARA Banten&lt;/a&gt; | &lt;a class="link" href="https://jakarta.akurat.co/kawasan/897736/resmi-dibuka-wabup-intan-forkab-ke-1-kabupaten-tangerang-2026-jadi-momentum-lestarikan-olahraga-tradisional" target="_blank" rel="noopener"
 &gt;AKURAT Jakarta&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>